Mengukir Memori di Lapangan 174: Catatan Haru dan Senyum Pelepasan Kelas 9

Motivasi kelas 9 dengan segudang kesan

JURNALIS MUDA 174

Jurnalis Muda

5/29/20264 min read

JAKARTA – Riuh tepuk tangan, warna-warni pakaian adat Nusantara, dan kilatan lampu kamera berpadu menjadi satu di Lapangan SMPN 174 Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026. Hari itu bukan sekadar hari Kamis biasa, melainkan momen bersejarah bagi segenap siswa-siswi kelas 9 yang merayakan agenda pelepasan dan perpisahan sekolah. Mengusung tema yang mendalam, “Langkah kecil hari ini, mimpi besar di masa depan”, acara ini sukses menguras emosi—mulai dari tawa ceria hingga tetesan air mata haru.

Sejak pagi hari, atmosfer lapangan sudah terasa berbeda. Prosesi diawali dengan khidmat melalui Kirab Bendera yang diikuti oleh jajaran kepala sekolah, wakil, wali kelas, serta perwakilan orang tua murid. Setelahnya, panggung megah SMPN 174 langsung diguncang oleh berbagai kreativitas tanpa batas dari para siswa. Mulai dari keelokan Tari Geboy Kembang Kilaras, penampilan akustik syahdu dari kelas 9D, hingga aksi flashmob energik dari kelas 9A, 9F, dan 9D yang berhasil mengajak seluruh hadirin bersenandung bersama.

Untaian Doa dan Pantun Keberhasilan dari Kepala Sekolah

Dalam sambutannya yang penuh wejangan, Kepala SMPN 174 Jakarta, Drs. Iskandar, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam agar para lulusan tidak pernah lelah mengejar ilmu dan terus menanamkan karakter berbudi pekerti luhur yang selama ini diajarkan di sekolah. Menariknya, di akhir pidato, beliau memberikan kejutan sebuah pantun yang membakar semangat para siswa:

"Pergi ke pasar membeli pita,

Jangan lupa membeli kuaci.

Teruslah mengejar cita-cita,

Hingga nanti sukses bersama lagi."

Sinergi Kuat di Balik Layar

Keberhasilan acara besar yang memuat puluhan agenda ini tentu tidak lepas dari tangan dingin tim panitia. Wardiyanto, M.Pd., selaku Ketua Pelaksana, membeberkan bahwa komunikasi dan kerja tim adalah kunci utama di balik kelancaran acara ini.

"Singkat saja. Untuk melaksanakan suatu kegiatan yang berhasil adalah selalu diskusi yang baik dengan para teman-teman panitia. Dan jangan lupa harus bekerja sama, saling bantu, dan saling mengisi. Nah, setelah semua itu dilaksanakan, insya Allah semuanya akan berjalan baik, lancar, dan sukses," ujar Wardiyanto, M.Pd. dengan senyum lega.

Air Mata Kebanggaan Para Guru dan Komite Sekolah

Momen paling menyentuh hati terasa saat sesi wawancara bersama perwakilan guru kelas 9, Ibu Ms. Sunarni, M.Pd. Beliau mengakui bahwa hari pelepasan ini membawa suasana emosional yang cukup berat karena harus berpisah dengan anak-anak didiknya.

"Kalau hari ini kayaknya dominan agak-agak mellow ya, karena sampai juga hari ini bahwa Ibu harus berpisah sama anak-anak Ibu," ungkap Ibu Sunarni dengan mata berkaca-kaca.

Meski sedih, beliau mengaku sangat bangga dengan karakter angkatan tahun ini. "Pengalamannya lebih banyak sukanya dibanding dukanya karena anak-anak angkatan tahun ini tidak terlalu bergejolak, enggak ada yang bandel seperti tahun-tahun yang dulu lah. Lalu bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan sopan santunnya masih sangat baik. Jadi kesannya baik-baik aja, ngangenin juga. Banyak ketawanya. Tapi untuk hari ini Ibu agak sedih karena pada akhirnya Ibu harus berpisah, tetapi sedihnya Ibu juga diiringi oleh kebanggaan bahwa sudah mengantarkan mereka ke titik akhir di kelas 9 ini. Ibu berharap setelah lulus mereka mendapatkan sekolah yang mereka harapkan kemudian masa depannya lebih baik."

Apresiasi senada juga datang dari Ketua Komite Sekolah, Ibu Dewi Kusumaningrum. Beliau menegaskan bahwa perjuangan para siswa selama tiga tahun ini adalah fondasi yang kuat untuk masa depan.

"Saya sebagai perwakilan seluruh anggota komite mengucapkan selamat kepada seluruh siswa dan siswi kelas 9 yang sudah sampai di tahap ini. Tentunya perjalanan ini tidak mudah. Karena hari ini, 'Langkah kecil hari ini, mimpi besar di masa depan'. Saya ucapkan selamat!" tegas Ibu Dewi Kusumaningrum penuh apresiasi.

Sudut Sunyi Perpustakaan: Tempat Memori Abadi

Bagi para siswa, perpisahan ini adalah gerbang pemisah dari rutinitas yang biasa mereka lakukan bersama sahabat. Saat ditanya mengenai hal yang paling akan dirindukan dari SMPN 174 Jakarta, Rifqy, salah satu siswa kelas 9C, memberikan jawaban yang sederhana namun sangat bermakna.

"Jujur aja, kenangan yang paling indah dan ngangenin itu saat saya dan teman-teman saya kumpul di perpustakaan sehabis pulang sekolah. Itu enggak akan saya lupain," kenang Rifqy hangat.

Bagi Kak Leanna (9E), masa-masa sekolah di SMPN 174 Jakarta terasa sangat berkesan berkat kehadiran enam sahabat dekatnya yang terdiri dari tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Di antara mereka, sosok Kak Khaliqultosselimah—atau yang akrab dipanggil Kak Selli—menjadi orang yang paling spesial. Sebagai sesama anak kelas 9E, Kak Selli selalu jadi tempat bersandar yang paling nyaman buat Kak Leanna, baik untuk berbagi cerita seru maupun tempat curhat di kala sedih. Kehadiran mereka juga yang membuat hari kelulusan ini terasa begitu istimewa. Meskipun rangkaian acaranya cukup menguras energi dan melelahkan, Kak Leanna tetep merasa senang luar biasa karena seluruh rangkaian acara dari awal sampai akhir berjalan dengan sangat seru dan penuh kenangan manis sebelum mereka berpisah ke bangku SMA.

Bagi Kak Abdul (9D), setelah resmi menyelesaikan studinya di SMPN 174 Jakarta, ia telah memantapkan langkah menuju jenjang yang lebih tinggi. SMK 52 menjadi pilihan utama yang memikat hatinya berkat fasilitas yang unggul dan segudang prestasi, disusul oleh SMK 68 sebagai pilihan kedua yang direkomendasikan oleh sang kakak. Demi memuluskan langkahnya ke sekolah impian, Kak Abdul kini fokus mempersiapkan diri, terutama dalam mendongkrak capaian nilai akademik agar lebih maksimal serta terus menyelaraskan sikap terbaiknya untuk menyambut dunia SMK nanti.

Bagi Kak Nezhan (9F), momen kebersamaan dengan teman-teman, suasana kelas, dan kehadiran para guru menjadi hal yang paling akan dirindukan setelah lulus dari SMPN 174 Jakarta. Di antara seluruh perjalanan sekolahnya, masa-masa di kelas 8 diakui sebagai momen paling seru dan berkesan. Hal ini karena ikatan pertemanan yang terjalin terasa jauh lebih erat, ditambah dengan kehadiran para guru yang selalu mengajar dengan cara yang asyik dan menyenangkan.

Setelah melalui serangkaian talkshow motivasi, pembagian plakat, hingga pengumuman kostum terbaik, acara pun ditutup dengan sesi foto bersama wali kelas dan makan bersama. Selamat berjuang di jenjang berikutnya, kelas 9 SMPN 174 Jakarta! Bawalah mimpi besar kalian sejauh mungkin, dan kembali lagi suatu saat nanti sebagai jiwa-jiwa yang sukses.

TIM Jurnalis Muda 174 Yeremia Marchelino Sinaga - Agatha Shakira Anindita Lindri - Qonita Hanna Syakira - Anindyandra Felizhe Riezthie - Anggi Yuniar 7A - Nadya Fitri Asyalika - Syafakillah Asila Miskah - Gilang Rafiandra Arment - Raisa Anggaraini